KONI Jatim tidak hanya memberikan penambahan kuota bagi atlet di puslatda. Mereka juga memasukkan tiga cabor baru di program Puslatda Jatim 100 Jilid II. Tiga cabor tersebut ialah paralayang, sepatu roda, serta squash.
Tiga cabor itu sukses menembus puslatda setelah meraih emas di Kejurnas 2009. Squash, misalnya. Mereka mampu merebut sekeping emas di kejurnas. Jumlah yang sama juga diraih paralayang.
\'\'Tapi, kalau di Kejurnas 2010 nanti mereka gagal mendapatkan emas, sudah pasti akan terdegradasi lagi. Begitu juga cabor lain. Kalau tidak ingin degradasi, ya harus dapat emas,\" jelas Irmantara Subagyo, Kabid Pembinaan Dan Prestasi (Binpres) KONI Jatim.
Tiga cabor tersebut \'\'menggantikan\" dua cabor yang harus rela terdegradasi. Yakni, tinju dan kempo. Dengan kepastian masuknya tiga cabor tersebut, jumlah cabor yang menghuni Puslatda Jatim 100 Jilid II bertambah menjadi 33 cabor.
\'\'Kalau memang semua cabor bisa merebut emas, ya pasti bisa masuk puslatda. Itu yang kami mau. Sebab, hal tersebut membuktikan bahwa cabor itu memiliki prestasi,\" tambah pria yang juga menjabat sebagai sekretaris umum (Sekum) Pengprov Pelti Jatim tersebut.
Meski demikian, penambahan jumlah atlet serta cabor di puslatda memiliki konsekuensi tersendiri. KONI Jatim tentu harus merogoh koceknya lebih dalam untuk membiayai Puslatda 2010.
\'\'Sudah pasti akan ada peningkatan. Tapi, kami belum tahu. Sebab, konsultasi cabor kan belum selesai. Jadi, kami belum bisa memastikan berapa atlet yang nanti menghuni Puslatda Jatim 100,\" ucap Sucipto, ketua bidang anggaran KONI Jatim.
Selama 2010, KONI Jatim mengajukan dana Rp 48 miliar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Namun, belum diketahui berapa nominal yang bakal mereka dapatkan.
\'\'Yang pasti, puslatda tentu menjadi pos pengeluaran yang besar bagi KONI Jatim. Sebab, ada ratusan atlet dan pelatih yang harus dibiayai,\" tegas pria yang juga menjabat sebagai tim monitoring dan evaluasi (monev) ski air tersebut. (ru/ko)(Sumber : www.jawapos.co.id)



